Tafsir al-Mumtahanah: larangan ber-“muwalatul kuffar”

Saat membahas tafsir kata awliya dalam QS al-Maidah:51 dan al-Nisa:139-144 saya sampaikan bahwa larangan menjadikan orang kafir sebagai awliya itu ‘illatnya (alasan hukumnya) karena berkhianat kepada kaum muslimin. Selain mengambil dari asbabun nuzul turunnya ayat, juga ada petunjuk dalam ayat-ayat di atas frase “min dunil mu’minin” (dengan meninggalkan kaum beriman). Dengan kata lain orang kafir…

Tafsir al-Nisa: 138-139 bukan mengenai Pilkada

“Kabarkanlah kepada orang-orang munafik bahwa mereka akan mendapat siksaan yang pedih, (yaitu) orang-orang yang mengambil orang-orang kafir menjadi AWLIYA dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Apakah mereka mencari kekuatan di sisi orang kafir itu? Maka sesungguhnya semua kekuatan kepunyaan Allah.” Mari kita jujur pada keilmuan kita, dan jangan ikut-ikutan main politik. Setelah sebelumnya gagal mempolitisir terjemahan QS…

Anda pernah membully orang lain? Tafsir al-Hujurat ayat 11

[aswaja_big_letter]S[/aswaja_big_letter]elain soal berita hoax, dampak yang luar biasa dari medsos adalah begitu mudahnya anda membully atau dibully. Seorang anak muda atau ibu rumah tangga bisa tiba-tiba menjadi garang dan melecehkan para ulama. Ketidaksetujuan kita terhadap tokoh dan/atau pejabat pemerintahan diekspresikan lewat berbagai meme/gambar yang menghina. Kita tidak lagi fokus pada pemikiran, gagasan atau kebijakan, yang…

Tafsir al-Hujurat ayat 13: Tak Kenal Maka Tak Sayang

Imam Suyuthi dalam kitab Tafsirnya Al-Durr Al-Mantsur Fi Tafsir Bil-Ma’tsur menyebutkan dua kisah turunnya surat al-Hujurat:13 ‎أخرج ابْن الْمُنْذر وَابْن أبي حَاتِم وَالْبَيْهَقِيّ فِي الدَّلَائِل عَن ابْن أبي مليكَة قَالَ: لما كَانَ يَوْم الْفَتْح رقي بِلَال فَأذن على الْكَعْبَة فَقَالَ بعض النَّاس: هَذَا العَبْد الْأسود يُؤذن على ظهر الْكَعْبَة وَقَالَ بَعضهم: إِن يسْخط الله هَذَا…

Membela al-Qur’an dengan Akhlak Mulia

[aswaja_big_letter]Sore itu Ujang mengobrol dengan Haji Yunus. Di meja beliau ada kitab Ihya Ulumuddin karya Imam al-Ghazali. Ujang lantas bertanya: “Banyak Ustad yang menekankan pentingnya kita ber-akhlak seperti akhlak Nabi Muhammad. Wak Haji, seperti apa sih akhlak Nabi kita itu?”[/aswaja_big_letter] Haji Yunus menarik sarungnya yang lusuh, lantas membuka Kitab Ihya di depannya, “Mari Ujang, kita…

Apa Sikap Kita Terhadap Mereka yang Melecehkan Ayat Allah?

Tafsir QS al-An’am ayat 68-69: [aswaja_translation]”Dan apabila kamu melihat orang-orang memperolok-olokkan ayat-ayat Kami, maka tinggalkanlah mereka sehingga mereka membicarakan pembicaraan yang lain. Dan jika setan menjadikan kamu lupa (akan larangan ini), maka janganlah kamu duduk bersama orang-orang yang zalim itu sesudah teringat (akan larangan itu). Dan tidak ada pertanggungjawaban sedikit pun atas orang-orang yang bertakwa…

Perintah Ilahi: Jangan Memaki Sesembahan Mereka!

Mari kita bahas Tafsir surat al-An’am ayat 107-108: [aswaja_translation]”Dan kalau Allah menghendaki, niscaya mereka tidak mempersekutukanNya. Dan Kami tidak menjadikan engkau pengawas bagi mereka; dan engkau sekali-kali bukanlah pemeihara bagi mereka. Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, maka akibatnya mereka akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami perindah…

Benci tapi Tetap Berlaku Adil: Pesan Langit!

Salah satu hal yang membuat saya kukuh mengimani bahwa al-Qur’an itu bukan buatan manusia tapi merupakan pesan ilahi adalah kandungan ayatnya yang menembus batas kemanusiaan kita dan melintasi zaman. Lima belas abad lampau bahkan hingga kini masih banyak di antara kita yang tidak fair dan tidak adil bersikap hanya karena kita membenci suatu kelompok atau…

Memerangi Semua Orang hingga Memeluk Islam?

Rasulullah bersabda: [aswaja_translation]”Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka mengucapkan, “Tidak ada tuhan selain Allah dan Muhammad utusan Allah’, menegakkan shalat dan menunaikan zakat. Jika mereka lakukan itu maka mereka telah menjaga darah dan harta dariku kecuali dengan hak Islam, dan hisab mereka diserahkan kepada Allah.”[/aswaja_translation] Bagaimana memahami Hadits di atas? Benarkah Rasulullah hendak memerangi…